Pengusaha sukses Jusuf Kalla menyatakan
untuk menjadi pengusaha dan orang berhasil dalam
berbagai bidang
tidak cukup hanya berbekal dengan kepintaran saja.
"Untuk mencapai kemajuan dan keberhasilan tidak cukup
hanya dengan kepintaran, tapi juga harus cerdas. Bahkan, kepintaran dan
kecerdasan pun juga masih belum cukup," tegas Jusuf Kalla yang juga Ketua
Umum Palang Merah Indonesia ketika memberikan kuliah perdana mahasiswa baru
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu.
Selain pintar dan cerdas, lanjutnya, masih ada beberapa
bekal yang harus dimiliki seseorang jika ingin maju dan meraih yang
dicita-citakan, terutama dalam persaingan usaha, yakni keberanian dan semangat
serta penguasaan teknologi.
Sebab, katanya, di dunia ini, banyak negara yang tidak punya
sumber daya alam (SDA), tapi mereka kaya dan sebaliknya, banyak negara kaya
akan SDA, tapi mereka tetap miskin.
Negara-negara yang tidak punya SDA melimpah ini, ujar Jusuf
Kalla, memiliki semangat luar biasa untuk berusaha demi memenuhi kebutuhan dan
kemakmuran rakyatnya.
"Yang membedakan kita dengan mereka adalah semangat,
padahal semangat inilah yang mampu membawa kita bisa maju dan makmur,"
ujarnya menegaskan.
Sementara ketika berdialog dengan mahasiswa baru di UMM
Dome, Jusuf Kalla banyak mendapatkan pertanyaan dan beragam. Namun, pada
intinya para mahasiswa baru itu ingin menjadi seorang pengusaha yang sukses
seperti Jusuf Kalla.
Salah seorang mahasiswa asal Tulungagung, Laila, yang
bertanya soal krisis yang dialami Indonesia akibat rupiah terus melemah
terhadap dolar AS, Jusuf Kalla mengatakan sejumlah komoditas pangan pokok
harganya terus melambung, karena untuk memenuhi kebutuhan itu bersumber pada impor.
Kalau dolar AS terus naik dan rupiah melemah, katanya,
secara otomatis komoditas pangan pokok yang diimpor tersebut juga akan
menyesuaikan.
Sekarang, kata Jusuf Kalla, beras, gula, cabai dan sejumlah
bahan pokok lainnya banyak yang impor, padahal negara ini bisa menanam
komoditas tersebut, bahkan dulu bisa swasembada pangan.
"Untuk
mengatasi masalah ini, produktivitas harus ditingkatkan dengan memanfaatkan
teknologi. Sebab, lahan pertanian di negeri ini semakin sempit akibat alih
fungsi," tandasnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar