Daftar Isi

Sabtu, 16 November 2013

Bisnis YG Cocok Untuk PNS



Bagi seorang PNS mempunyai penghasilan tetap akan lebih menjamin kehidupan nyaman dan bahagia. Dengan gaji yang rutin datang setiap bulan dan tunjangan yang diberikan membuat PNS semakin berbunga. Namun terkadang rasa kurang dalam situasi sebagai PNS selalu ada. Rasa ingin lebih mendapatkan sesuatu seperti: rumah, kendaraan, gaya hidup.
Solusi untuk mendapat pendapatan yang lain terbuka lebar bagi PNS . Memungkinkan pendapatan tersebut berkali-kali lipat lebih besar daripada gaji yang diterima setiap bulan. Usaha sampingan bagi PNS sangat mudah dilakukan. Sementara jam kantor berjalan namun masih bisa membuka peluang bisnis dikesibukan selain berangkat ke kantor. Sejumlah pertanyaan juga muncul ketika PNS melebarkan sayap dibidang bisnis.
Bisnis apa yang cocok Untuk PNS ?
Kalau diteliti banyak sekali bisnis yang bisa dijalankan oleh seorang PNS. Dengan system kerja yang tidak terlalu menguras tenaga sangat berpeluang untuk membuka bisnis sampingan. Macam macam bisnis ada tingkatan kesulitan dalam pengelolaan dan pengebangannya. Disini saya akan mencoba memberi gambaran bisnis yang mudah dikelola oleh PNS yang pengen usaha sampingan.
1. Toko Online
Menjamurnya pengguna internet membuka peluang besar untuk bisnis online. Pengalaman saya bisnis online tidak akan menyita banyak waktu. Hanya perlu 2-3jam di depan laptop dan siap-siap untuk menuai hasilnya. Nah, bisnis online dengan system dropshipping semisal jual baju, jam tangan, atau obat herbal kan mudah bagi seorang PNS menjadikan bisnis online jadi sampingan.
2. Peternak Hewan
Bagi PNS yang tinggal di daerah desa bisnis sampingan jadi peternak hewan sangat menguntungkan. Contoh saja, bisnis peternak ayam. Dengan sytem kemitraan bisnis ini mampu dipanen kurang lebih selama 40hari saja. Dengan ntungan yang didapat tidak main-main. Untuk satu kandang bisa mencapai puluhan juga (tergantung ukuran dan isi kandang). Cara ini juga yang jadi pengalaman paman saya ketika menjadi PNS namun bisa berpenghasilan lebih.
3. Warung sembako
Kebutuhan sembako tidak akan lepas dari kehiduapn sehari hari. Ini menjadi peluang bisnis sampingan untuk menopang pendapatan yang dirasa kurang. Bagi seorang PNS kalau susah menjaga toko saat dinas, bisa cari orang untuk kerja part time. Saudara atau orang yang sudah dikenal agar lebih menjamin keamanan. (berbagai sumber)

Pentingnya DANA Darurat


















Sudahkah Anda mempunyai dana darurat dalam anggaran keuangan keluarga Anda? Jika belum, Anda harus mulai memilikinya. Banyak ahli keuangan menyarankan dana darurat
atau dana cadangan sebagai tambahan tabungan yang telah ada.
Dana darurat berfungsi sebagai cadangan keuangan seandainya terjadi sesuatu, misalnya Anda atau keluarga sedang sakit sehingga memerlukan biaya tambahan. Besarnya dana
ini tergantung dari seberapa stabilnya penghasilan keluarga dan seberapa besar pengeluaran keluarga setiap bulan.
Idealnya, dana darurat sebanyak tiga hingga enam kali penggeluaran bulannya Anda. Misal, pendapatan Anda sebesar Rp 5 juta sedang pengeluaran per bulan sebesar Rp 4 juta. Maka, jumlah dana darurat yang dibutuhkan sebesar Rp 12 juta hingga Rp 24 juta.
Laih halnya, jika pendapatan Anda kurang stabil. Anda membutuhkan setidaknya 12 kali dari jumlah pengeluaran Anda per bulan. Pasalnya, semakin besar risiko sebuah keluarga tidak berpenghasilan pasti akan semakin besar pula jumlah dana darurat yang sebaiknya dimiliki.

Dana darurat sebaiknya disimpan dalam bentuk tabungan atau deposito. Untuk deposito, pilihlah masa jatuh tempo yang pendek. Sebab, dana darurat ini sewaktu-waktu harus tersedia jika terdapat keperluan yang mendesak. (as/dari berbagai sumber)

11 PELAJARAN YANG PERLU DIKETAHUI ENTREPRENEUR SEBELUM BANGUN STARTUP























Meskipun seorang entrepreneur sudah terjun dalam dunia bisnis , selalu ada tantangan baru yang ia belum ketahui. Kadang ia merasa kewalahan dan ingin mendapatkan nasihat dari mereka yang sudah lebih dahulu menjalani usaha di bidang yang sama karena seperti yang kita sudah ketahui bersama, dinamika dalam sebuah startup sangat tinggi dan menguras energi. Berikut adalah beberapa hal yang bisa dipelajari entrepreneur baru dari pengalaman entrepreneur lain yang sudah lebih dulu terjun.



Pelajaran 1: Investor suka membuat alasan kenapa menolak berinvestasi

Saat seorang investor mengatakan “tidak” pada permintaan investasi Anda, Anda harus mulai memperbaiki diri dan bisnis Anda dalam berbagai aspek. Bisa jadi cara Anda presentasi di depan mereka yang kurang meyakinkan, angka-angka yang terlalu bombastis, dan sebagainya. Jangan ragu untuk belajar pitching dari mereka yang sudah lebih berpengalaman. Hadiri event-event pitching dan amati mereka yang melakukan pitching.



Pelajaran 2: Berhasil meraup banyak uang bukan berarti gaji Anda juga tinggi

Biasanya sebuah startup mendapatkan modal utama usaha dan kemudian menyusul beberapa putaran pendanaan sesuai kesepakatan dengan investor yang bersangkutan. Setelah mengantongi pendanaan ini, seorang pendiri sekaligus pemilik startup umumnya bersuka ria karena bisa mengambil gajinya dan gaji itu pastinya besar. Sayangnya, tidak secepat itu. Idealnya, pendiri harus mengendalikan diri untuk menerima gaji yang tidak terlalu membebani keuangan bisnis yang belum stabil. Karena jika itu dilakukan, gaji yang besar itu mungkin akan berdampak besar pada keberlangsungan usaha. Anda bisa kehilangan saham di usaha kelak jika terlalu rakus dengan gaji.



Pelajaran 3: Hati-hati dalam bernegosiasi

Anda menggunakan jasa penasihat bisnis atau mentor atau advisor? Bijaklah dalam bekerjasama dengan mereka karena mereka biasanya meminta kompensasi dalam berbagai macam bentuk, misalnya andil dalam kepemilikan usaha. Meski banyak hal yang bisa diserap dari mereka, pastikan negosiasi itu hasilnya tidak akan meruntuhkan usaha Anda dalam jangka panjang.

Pelajaran 4: 90% acara jejaring startup sama sekali tak berguna

Apa yang biasanya Anda dapatkan di acara-acara pertemuan antarstartup tidak semuanya bermanfaat dan bahkan bisa diperoleh secara online. Namun demikian, jangan hindari semua acara seperti itu. Pergilah jika memang acara itu mengundang sosok yang Anda ingin pelajari atau ajak kerjasama. Selalu amatai apakah audiens yang hadir lebih berkompeten dari Anda atau tidak. Jika sama atau lebih ‘hijau’, lebih baik pertimbangkan sekali lagi.





Pelajaran 5: Jangan terpaku pada satu tempat atau kelompok

Saat bekerja sebagai entrepreneur yang membuat produk, usahakan untuk tidak hanya membuatnya berdasarkan tempat tertentu karena akan susah mengembangkannya. Dan jika Anda menerima nasihat dari entrepreneur yang lebih berpengalaman, jangan lupa bahwa mereka tetaplah bukan konsumen Anda. Turunlah ke lapangan dan ketahui apa yang konsumen butuhkan.

Pelajaran 6: Tak pernah terlambat untuk hasilkan uang

Mulailah menjual sedini mungkin dalam startup Anda karena inilah yang mengurangi risiko burnout atau kehabisan dana. Selalu ingat sektor penjualan Anda.

Pelajaran 7: Pengalaman bukan segalanya

Saat merekrut orang, jangan hanya fokus pada pengalamannya.Bisa jadi pengalamannya itu kurang sesuai dengan karakter atau kondisi startup Anda sekarang. Mereka yang sukses di perusahaan besar belum tentu juga sukses di startup yang masih penuh perjuangan.

Pelajaran 8: Pilih teman Anda

Tengok sekitar Anda. Apakah Anda lebih banyak bergaul dengan entrepreneur sukses atau kurang sukses? Pergaulan Anda mendefinisikan diri Anda pula.

Pelajaran 9: Waspadai rasa iri

Bekerja di startup lain dari perusahaan besar yang mapan. Orang-orang di sebuah startup bekerja keras, mendapatkan gaji yang tak banyak dan risikonya lebih tinggi. Ini perlu diketahui oleh para entrepreneur baru karena mereka banyak beranggapan bekerja di startup lebih mudah dan nyaman dari perusahaan besar.

Pelajaran 10: Bertahan pada bidang yang Anda kuasai

Jika Anda seseorang yang memahami dengan baik dunia teknologi, rintislah usaha di bidang itu. Inilah yang dilakukan investor top dunia Warren Buffet. Ia hanya mau berinvestasi di bidang industri yang ia ketahui dengan baik. Ia tidak berinvestasi dengan hanya berdasarkan pada kesukaan pribadi, atau emosi semata. Dan jangan memulai usaha di bidang yang sedang naik daun tetapi Anda tak ketahui sama sekali.

Pelajaran 11: Mereka yang sukses belum tentu tahu apa yang terbaik untuk Anda

Dahlan Iskan pernah mengatakan berbahayanya nasihat bagi entrepreneur, karena tidak semua nasihat itu cocok untuk setiap entrepreneur. Ia menyarankan para entrepreneur untuk lebih bersandar pada upaya dan pengalamannya sendiri karena siapa lagi yang paham dengan bisnis seseorang kecuali si entrepreneur sendiri?

5 Langkah Promosi Bisnis Kuliner














Anda sudah membuka rumah makan atau restoran. Namun, sedikit pengunjung yang datang ke restoran Anda. Jika kondisi ini berlarut-larut, tak ayal kelangsungan bisnis kuliner Anda terancam.
Tentunya dibutuhkan strategi khusus untuk membuat restoran Anda dikunjungi banyak pelanggan. Ikuti langkah-langkah berikut untuk mempromosikan restoran baru Anda:

  1. Cetak brosur dan sebarkan selebaran di tempat yang berpotensi mendatangkan pelanggan. Buatlah brosur dengan tampilan menarik dan mudah dibaca.
  2. Promosi lewat komunitas atau forum di internet. Selain bisa bertukar informasi, Anda juga bisa menambah jaringan. Jangan lupa buat akun Facebook atau Twitter agar Anda bisa berinteraksi di dunia maya.
  3. Promosi ke instansi atau kantor di sekitar Anda. 
  4. Buat program atau promo diskon bagi pelanggan.
  5. Selalu menjaga kualitas makanan Anda. Apabila terjadi perubahan rasa atau pertukaran bumbu utama, tentunya pelanggan nanti akan kecewa, jadi pertahankan bumbu dan prosedur memasak agar tidak terjadi perubahan rasa.(dari berbagai sumber)

Entrepreneur Itu Profesi, Bukan Cara Jadi Kaya Instan













Beberapa tahun terakhir ini kita bisa temui dan bahkan alami sendiri secara langsung berbagai euforia terkait naik daunnya isu entrepreneurship . Di satu sisi, fenomena ini patut diapresiasi karena muncul animo dari masyarakat luas mengenai entrepreneurship, bahwa inilah jalan yang mereka bisa tempuh untuk mencapai kesejahteraan dan kemandirian dalam kehidupan. Akan tetapi di sisi lain, kita juga makin miris dengan merebaknya asumsi bahwa entrepreneurship adalah cara kaya instan. Pernahkah kita temui anak-anak muda dengan harapan muluk-muluk menjadi mapan di usia muda dan berpenghasilan fantastis di berbagai kontes startup atau event wirausaha? Pastinya ada. Padahal mereka belum mengerahkan upaya dan pengorbanan maksimal sebagai entrepreneur . Lalu apa yang akan terjadi saat harapan itu tak kunjung nyata? Tentu mereka kembali menjadi karyawan bukan?
Ada baiknya kita menyisihkan waktu di awal minggu ini untuk sekadar mengoreksi diri: Apakah cara pandang kita sudah tepat mengenai entrepreneurship? Jika belum, bisa jadi itulah yang membuat kita tak kunjung sampai di tujuan.
Pahami entrepreneurship sebagai sebuah bidang profesi. Terlepas dari mitos bahwa entrepreneurship merupakan talenta yang hanya dimiliki sekelompok orang, kita perlu juga merombak pemikiran dengan menerapkan pendekatan seperti layaknya sebuah profesi. Entrepreneurship juga bisa menjadi topik studi yang serius dan membutuhkan waktu dan latihan serta pengalaman yang demikian lama untuk mencapai kesempurnaan. Tentu saja akan selalu ada jalan bagi yang memiliki tekad. Dan ini berlaku untuk semua profesi termasuk entrepreneur. Kenyataannya ialah bahwa ada orang-orang yang sangat berbakat sehingga mereka adalah pengecualian yang berlaku dalam berbagai bidang. Entah Anda bergerak di bidang wirausaha, ilmu bedah, teknik, musik, atau apapun itu, akan selalu ada orang-orang berbakat seperti ini yang tampak tidak berupaya sekeras Anda tetapi mencapai hasil luar biasa dibandingkan pencapaian rata-rata.
Dan tentu saja semua perlu memahami entrerpeneur seabagai profesi yang dihargai secara layak, bukan sebuah cara jadi kaya instan.  Bersama-sama kita harus mengakhiri mentalitas ‘lotere’ dan beralih menuju pendekatan akademis dan empiris untuk membuat entrepreneurship menjadi lebih nyata dan realistis karena disajikan sebagai rentetan berbagai proses yang membutuhkan ketelatenan, kesabaran dan tekad tinggi.

Sebagian orang dengan optimisme buta rela mengorbankan tabungan hari tua mereka, berhenti dari pekerjaan yang selama ini memberikan penghidupan pada keluarga dan dirinya sendiri, dan sebagainya. Tak ada yang salah dengan semua pengorbanan itu, tetapi mentalitas lotere yang membayangi semua itu dapat menjadi bumerang yang menyakitkan.

BISNIS ANGKRINGAN TERNYATA JUGA MENDATANGKAN UANG














Angkringan berasal dari Bahasa Jawa yang berarti “nangkring” atau duduk dengan posisi nyaman bahkan terkadang dengan mengangkat satu kaki ke kursi. Angkringan akhirnya menjadi sebuah muara atau tempat aktivitas duduk duduk nyaman (nangkring). Dibanding usaha jasa penyiapan makanan atau warung tradisional lainya, angkringan adalah sebuah warung yang lahir untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup mahasiswa.
Nuansa atau atmosfir suasana yang diusung angkringan menjadi daya tarik tersendiri. Usaha ini akhirnya tak hanya menjual sego kucing tapi menu lainnya. Angkringan yang rata-rata buka malam hari memiliki kekhasan tersendiri, saat ini angkringan tidak hanya milik warga Yogyakarta, Solo, dan sekitarnya, tapi juga milik kota lainnya. Kota kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung dan beberapa kota besar lainnya mulai marak dengan munculnya usaha ini.
Angkringan dibanding bisnis kuliner lainnya boleh dibilang unik dan khas. Salah satu mengapa usaha ini cukup potensial untuk dikembangkan adalah karena keunikannya tersebut. Sebuah warung yang tak hanya menjual makanan tapi menjual suasana yakni suasana kebersamaan dan santai. Dibanding warung lain yang hanya menjual makanan biasanya tidak memiliki keterikatan emosional selain kebutuhan. Dalam sebuah persaingan yang ketat, pembeli rasional mudah berpindah. Sangat beda dengan pembeli yang memiliki keterikatan emosional meski tak perlu makanan, pelanggan akan kembali. Analogi sederhananya adalah pelanggan angkringan yang mengalami suasana santai dan kebersamaan di warung angkringan bisa dipastikan akan kembali lagi, walau sebenarnya perutnya tidak lapar. Sangat berbeda dengan warung nasi lainnya yang tidak memiliki ciri khas, seorang pelanggan dengan mudah pindah beli ke warung lain karena alasan tempat yang dekat, lebih murah, lebih banyak dan sebagainya. Namun untuk angkringan, bukan hanya itu alasannya. Keakraban adalah ciri utama angkringan. Karena itu untuk menyusun usaha ini harus mempertimbangkan banyak faktor.
Bisnis angkringan bisa dimulai dengan modal kecil, menyesuaikan dengan kemampuan. Satu unit usaha angkringanhanya membutuhkan beberatus ribu saja. Apalagi jika Anda bisa mengajak bekerjasama dengan orang lain untuk mensuplai makanannya. Jadi tidak terlalu banyak modal yang diperlukan. Yang perlu dipersiapkan adalah sewa tempat, gerobak angkringan, perlengkapan jualan mulai tenda, kursi, meja serta peralatan saji.
Konsumen pasar usaha ini paling banyak menengah bawah. Sudah menjadi rahasia umum bahwa konsumen terbesar di Indonesia adalah kelompok menengah bawah. Jadi pasarnya sangat luas. Siapapun tidak terbatas mahasiswa bisa menjadi konsumennya. Meskipun di beberapa kota besar mulai berkembang angkringan yang eksklusif dan menjual makanan yang agak mahal. Tapi tetap pasar terbesar adalah di kelas harga terjangkau.
Menu yang dijual variatif dan menguntungkan, artinya angkringan tidak terbatas pada satu menu saja. Tak sama dengan warung soto ayam misalnya di mana menu hampir relatif sama dengan beberapa pedagang. Dengan angkringan, Anda bisa berkreasi menu sendiri sehingga pembeli bisa merasakan menu special yang Anda sajikan tidak sama dengan angkringan lain. Varisi menu menjadi sangat penting untuk menambah keuntungan karena untuk menarik pelanggan terkadang diperlukan menu yang super murah dan mengambil keuntungan dari menu mahal lainnya. Yang paling banyak dijual adalah menu khas Solo dan Yogyakarta.
Berikut beberapa tips membuka angkringan:
Menentukan dengan jelas target dan segmen pasar yang hendak digarap
Artinya memastikan siapa yang akan menjadi pembeli angkringan. Jika lokasi dekat kampus maka sudah pasti konsumen utamanya adalah mahasiswa. Jika lokasi dekat dengan perumahan, maka harus dikenali perilaku warganya, jika memutuskan membuka angkringan malam sampai dini hari, apa ada kemungkinan warga sering keluar mencari makan malam hari.
Menentukan keunggulan usaha angkringan yang hendak dijual
Misal keunggulan dari jenis menu yang dijual apakah cukup unik dan enak. Keunggulan dari fasilitas dan pelayanan yang membuat pengunjung merasa nyaman dan senang. Ingat usaha ini adalah usaha terkait dengan suasana.
Mencari informasi lokasi yang sesuai
Lokasi menjadi hal yang sangat penting. Angkringan paling banyak dijual di kaki lima malam sampai dini hari. Lokasi yang ramai, strategis, mudah didatangi, tempat parkir yang luas, aman (biasanya gangguan preman sangat kental) serta dekat dengan pembeli.
Menghitung investasi yang harus dikeluarkan serta menghitung harga jual makanan yang akan dijual
Investasi di bawah Rp 5 juta bisa dilakukan dengan membeli gerobak angkringan seharga Rp 2 jutaan, meja, perlengkapan yang khas. Sementara harga jual perlu dihitung agar tidak mengalami kerugian.

Rabu, 09 Oktober 2013

Sukses "from Emperan to Empire"























Ada pepatah, "Kesuksesan lahir dari keberanian mengalahkan ketakutan". Mungkin idiom ini yang menjadi pecutan bagi Fachrur Rozi dan Fadli hingga berani memulai sebuah usaha yang berawal dari modal Rp 100.000 hasil "bantingan" bersama. Kini, Rozi dan Fadli sudah menangguk hasil dari perjuangannya dalam waktu dua tahun ini. Dari Rp 100.000, dalam satu tahun saja, omzetnya sudah mencapai Rp 1 miliar. Bahkan, saat ini dalam sebulan sedikitnya berhasil mencapai transaksi hingga Rp 600 juta.Usaha apa, sih, mereka?

Berawal dari modal Rp 100.000, Rozi dan Fadli memulai usaha membuat sandal-sandal yang imut dan lucu. Mereka menyebutnya "imucu". Bentuknya macam-macam, ada hewan dan buah-buahan. Awalnya mereka mencari agen dengan melakukan promosi di emperan. "Makanya, tagline yang menjadi semangat kami sekarang, from emperan to empire. Karena tadinya kami usaha di emperan, sekarang sudah jadi empire," kata Rozi, yang menangani bidang pemasaran, kepada Kompas.com saat ditemui di ajang Pekan Wirausaha di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Minggu (11/4/2010).

Kesuksesan mereka tak hadir begitu saja. Sebelum memulai bisnis sandal-sandal lucu, Rozi dan Fadli masing-masing pernah mencoba berbagai bidang usaha. Mulai dari usaha roti bakar hingga mi ayam. Saat itu mereka juga masih berstatus sebagai karyawan di sebuah perusahaan. "Dari yang semula hanya berdua, sekarang kami sudah punya karyawan 50 orang dan punya tim kreatif sendiri. Ceritanya, saya dan Fadli lagi sama-sama jatuh, punya utang banyak karena bisnis yang kami coba gagal. Tapi, saat itu masih kerja. Penghasilan bulanan hanya buat nutup utang. Akhirnya, kami menemukan sebuah produk, uang Rp 100.000-lah dipakai untuk buat prototipe sandalnya," kisah Rozi.

Kemudian, lanjut Rozi, mereka mengambil celah berpromosi dalam sebuah pameran franchise di Surabaya, Jawa Timur. Lebih dari 500 brosur mereka bagikan di area parkir lokasi pameran. "Sampai kami kejar-kejaran sama anggota satpam karena yang ikut pameran aja bayarnya Rp 30 juta. Kami enggak bayar, kok, seenaknya promosi, mungkin dilihat seperti itu. Akhirnya, dari hasil promosi, kami mendapatkan 10 agen," katanya.

Setiap agen harus membeli paket seharga Rp 250.000. Uang sebesar Rp 2,5 juta dari 10 agen inilah yang digunakan Rozi dan Fadli untuk memproduksi sandal lucu. Dari situ, order yang mereka terima semakin tinggi. Dalam satu tahun pertama, usaha mereka praktis tanpa saingan sehingga bisa mencapai pemasukan Rp1 miliar dalam satu tahun pertama. "Tapi, dalam tiga bulan pertama kami enggak dapat apa-apa. Semua keuntungan diputar lagi jadi modal. Bulan keempat baru kami berpikir bahwa tenaga yang kami sisakan sepulang kantor untuk mbungkusin produk juga harus dihargai. Akhirnya, ya, kami ambil keuntungan dibagi Rp 600.000 per orang. Berikutnya berlipat ganda," ujar Rozi.

Setelah melihat perkembangan bisnis yang pesat, Rozi dan Fadli mengambil keputusan untuk keluar dari perusahaan tempatnya bekerja dan fokus menekuni usaha. Salah satu pengembangan yang dilakukan adalah memproduksi kaus-kaus lucu bagi anak-anak dan produk sandal jepit unik bagi remaja. Untuk sandal lucu, setiap agen bisa membeli 150 pasang sandal dengan modal Rp 2 juta. Sementara paket reseller, 15 pasang dengan modal Rp 250.000.

Kini, semua usaha itu juga dipasarkan secara online melalui beberapa situs web, di antaranya www.rajasendal.com dan www.myjapit.com. "Memulai bisnis itu jangan takut, tapi juga jangan ngawur. Sekali dua kali mungkin gagal, tetapi jangan berhenti. Biasanya mereka yang gagal berbisnis karena mereka berhenti untuk mencoba lagi. Memulai usaha itu tidak selalu dengan modal besar," kata Rozi.

 sumber : kompas.com